Sabtu, 29 Agustus 2015

Photograph of My Life 3 (Fanfiction)

"Apa kau bilang?! jangan sampai menyesal"
(lalu Rin mencoba menggunakan kekuatan magicnya dan Ryouta terpental jatuh dengan jarak lumayan jauh)
"kalau kau masih membully dia, akan ku bunuh kau!!!"
"terimakasih Rin"
"iya sama sama, kau ini bagaimana -__- kau ini laki laki dan seharusnya kau tidak jadi pengecut begini"
"hehehe kalau soal itu"
"dasar lemah -___-"
"Tadashi"
"sudah saatnya aku menghilang"
boof
"terimakasih Rin"
"ah iya Sakura"
"kau sedang apa? cepat kita harus ke lab biologi"
"ah iya.."
Sakura Yamamoto, dia adalah temanku waktu kecil. Dia sangat baik padaku, dia pintar dikelas dan dia sangat cantik bahkan dia sangat populer dikalangan anak anak. Dari dulu aku sangat menyukainya tapi apalah dikata aku ini hanyalah pesuruh orang dan tidak mungkin aku bersama dia -_-
"Tadashi, nanti kita pulang bareng ya?"
"ah iya sakura"
***
Di Balkon
"kau sedang apa Tadashi?"
"hey kenapa kau keluar disaat seperti ini?"
"-.-a oh itu ya, hahaha aku hanya bosen didalam kunci itu. apa kau menyukai wanita itu?"
"ba.. bagaimana kau bisa tau?"
"aku bisa membaca pikiranmu"
"benarkah? "
"iya, dia teman masa kecilmu ya?"
"hm iya, dari dulu aku sangat menyukainya"
Rin melihat kearah Tadashi
"Oh baguslah"
"singkat sekali" (pikirku dalam hati)
"Tadashi, Kau ini lemah ya haha"
"Lemah?"
'"ya, karena kau sering disuruh suruh. lawan laki laki seperti dia saja kesusahan"
"kau ini tidak mengerti"
"haha sudahlah,Tadashi aku ingin bicara suatu hal padamu"
"apa itu?"
"tolong jaga kunci itu dengan sebaik baiknya, jangan sampai kunci itu dipegang ditangan yang salah. karena kalau sudah berpindah, aku tidak bisa melakukan apa apa... mungkin saja kalau aku ditangan orang jahat aku akan melakukan kejahatan. jaga aku layaknya barang berharga"
"ada suatu hal yang ingin ku tanyakan padamu Rin"
"apa?"
"apa kau akan terus terusan hidup dikunci itu? kau tidak akan bebas bukan?"
"itu memang benar kecuali..."
"kecuali apa?"
"haha sudahlah, kau tidak perlu banyak tanya soal itu"
"aku ini ingin tahu Rin"
"kau akan ketawa ketika mendengar hal ini"
"emangnya apa?"
"kalau kau sedia mati untukku"
"whatt? kau serius?"
"iya aku serius"
"ini sih bukan tawaan"
"bhahaha liat ekspresimu, Bodoh. aku hanya bercanda wkwkw"
"kau ini -_-"
"kalau aku bisa menemukan seseorang yang mencintaiku dengan tulus mungkin saja aku akan lepas dari kunci ini dan hidup sebagai manusia biasa tanpa kekuatan"
"benarkah?"
"tentu, tapi itu sulit bagiku"
"benarkah?"
"iya... dan aku merasa hampir mustahil, oh iya aku ingin memberitahumu"
"sakura sudah datang, saatnya aku menghilang"
boof
"Tadashi kau tadi bicara dengan siapa?"
"ah tidak kok, tidak dengan siapa siapa"
"hm, ayo kita kembali ke kelas"
"ah iya sakura"
Rin POV
flashback on
waktu itu langit mulai gelap, menandakan akan turun hujan. hari ini sangatlah dingin.lalu ada seorang pria yang membuka pintu rumah, dia adalah majikanku.
"Rin-Chan"
"Kobayashi-kun kau kenapa? apa kau terkena demam?"
"iya Rin Chan"
"kau ini seharusnya kau isthirahat, jangan memaksakan diri untuk bekerja (sembari membawa kobayashi ketempat tidur dan merawatnya)"
"Kobayashi-kun aku buatkan bubur ya untukmu"
"terimakasih Rin Chan"
beberapa menit sudah berlalu
"Kobayashi-kun ini makan dulu"
"terimakasih Rin-Chan, kau ini memang seseorang yang baik dan berharga bagiku"
"*blushes* ah terimakasih kembali Kobayashi"
"bubur ini sangat enak Rin Chan, kau ini berbakat masak ya."
"ah makasih Kobayashi-Kun"
setiap hari aku merawat kobayashi kun dengan sepenuh hati, aku menyayanginya lebih dari majikan.ada suatu ketika waktu itu aku sedang menonton TV
"ditemukan seorang pria bernama Kobayashi Nakimura yang tewas akibat dibunuh oleh seseorang. Pihak polisi sedang menyelidiki lebih lanjut tentang kasus ini"
"a.. apa?"
sejak saat itulah hari hariku berubah menjadi buruk dan kelam. Kobayashi mungkin sudah tiada tapi aku masih mencintai dia.sehingga akhirnya aku menemukan seseorang yang wajahnya persis sekali dengan Kobayashi, dia adalah Tadashi. ini berat bagiku untuk melupakan seseorang seperti Kobayashi, dia adalah majikan terbaikku.
FLASHBACK OFF
***
TBC

Photograph of my life 2 (Fanfiction)

lalu aku pulang dengan wajah yang bisa dibilang, muram dan kesal bahkan perasaanku ini sangat geram. ingin rasanya ku membalas, tapi aku tidak boleh bales dendam.
disaat aku ingin pulang, aku melihat seorang perempuan yang sedang berjalan kearah yang berlawanan denganku. aku melihat wajahnya pucat pasi. seperti belum makan sama sekali. seperti apa yang aku pikirkan,dia tiba tiba pingsan didepan mataku. dengan langkah cepat aku menghampiri wanita itu.
"hey nona?"(sambil menguncangkan tubuh wanita itu)
"hey nonaaa?" (sambil menguncangkan tubuh wanita itu lagi)
"tiada respon sama sekali"(lalu ku gendong dia menuju rumahku dan merawat wanita itu)
Setelah beberapa jam
"hng, dimana aku?"
"kau ada dirumahku"
"kenapa aku bisa tiba disini?"
"kau jatuh pingsan dijalan"
"benarkah?"
"iya, ini makanan untukmu (sambil memberikan makanan) aku tidak makan, lebih baik kau ambil saja"
"arigatou~ (sambil memakan makanan) namamu siapa?"
"namaku Tadashi Mashimoto, Kalau kau namanya siapa?"
"aku Rin Fujiwara, terimakasih sudah menolongku"
"kau ini kenapa bisa pingsan seperti itu? apa keluargamu tidak memperdulikanmu sama sekali? atau kau ini tidak adalah seorang pengangguran?"
"bukan seperti apa yang kau katakan. (sambil menunjukan kunci emas) ini adalah alasannya"
"sebuah kunci?"
"aku ini sebetulnya tinggal didalam kunci ini, dulu aku punya seorang majikan tapi majikanku sudah lama meninggal. Jadi aku putuskan untuk pergi ke dunia manusia, memang energiku tidak bertahan lama disini. Aku membutuhkan seseorang yang bisa menjaga kunci ini, apa kau bisa menjadi majikanku yang berikutnya?"
"kalau aku menolaknya, bagaimana?"
"tidak, kau harus menerima kunci ini. karena aku berpikir kau bisa menjaga kunci ini. aku akan melakukan apa yang kau minta"
"benarkah?"
"iya, jaga diriku dengan baik layaknya barang berharga (sambil memberikan kunci). Jika kau ada kesulitan, panggil saja aku. ah waktunya kembali kekunci"
swngg boff
"kunci ini, apakah bisa menolongku?"
dipagi hari
"hey Tadashi, kesini kau"
"I.. Iya Ryouta"
"Hey menyingkir dari dia, bodoh" ketus wanita rambut merah panjang dengan mata berwarna layaknya rambutnya dan memakai kostum sekolah
"kau ini siapanya Ryouta?"
"Cih, jangan pernah kau macem macem dengan dia!"
"Rin, kenapa kau keluar disaat seperti ini?"
"ah Tadashi, Maaf aku mendengar kata kata ancaman jadi aku keluar dari kunci"
"Ba.. Ba.. Bagaimana bisa kau keluar bahkan aku tidak mengetahuinya?"
"sudahlah tidak penting, hey kau menjauh dari Tadashi"
"Kau itu wanita, mana bisa melawanku"
"grrtt, apa kau bilang? (sambil menarik kerah baju Ryouta)
"kalau kau menyakiti dia, akan ku bunuh kau!"
"Coba saja"
"Apa kau bilang?! jangan sampai menyesal"
(lalu Rin mencoba menggunakan kekuatan magicnya dan Ryouta terpental jatuh dengan jarak lumayan jauh)
"kalau kau masih membully dia, akan ku bunuh kau!!!"
TBC

Photograph of My Life (Fanfiction)

holla reader, kali ini gua sih mau bikin fanfic. tanganku sudah tak tahan untuk mengetikan suatu cerita kepada kalian. semoga kalian suka. tolong tinggalkan pesan dan kesan kalian ya.

Namaku Tadashi Mashimoto, umurku 16 tahun, impianku untuk saat ini entahlah ini sangat membingungkan.
"Hey Tadashi! sini kau" (sambil menarik kerah baju)
"belikan aku burger disitu ya! aku tak mau tau"
"glek.. i.. iya"
ya beginilah jalan cerita hidupku, aku ini hanyalah pesuruh bagi orang orang. ingin rasanya ku mengakhiri ini. bahkan ada suatu hal yang terlintas dibenakku untuk membunuh dia tapi tidak mungkin, aku tidak boleh menaruh dendam.
"ini burgernya"
"iya, makasih bu"
lalu aku kembali ketempat Ryouta, iya dia orang yang menyuruhku itu -__-
"Ini ryouta"
"haha! kau ini bener bener baik ya padaku" (sambil memukul bahuku dengan keras)
"hehehe iya Ryouta"
"oh iya, kau kerjakan pr matematikaku ya? kalau kau tidak mengerjakannya, aku akan buat kau menderita seumur hidupmu"
"glek, o.. oke boss"
lalu aku pulang dengan wajah yang bisa dibilang, muram dan kesal bahkan perasaanku ini sangat geram. ingin rasanya ku membalas, tapi aku tidak boleh bales dendam.
disaat aku ingin pulang, aku melihat seorang perempuan yang sedang berjalan kearah yang berlawanan denganku. aku melihat wajahnya pucat pasi. seperti belum makan sama sekali. seperti apa yang aku pikirkan
TBC